SATU NAMA PASTIKAN BANTU SHIN TAE-YONG DI TIMNAS INDONESIA

https://lh6.googleusercontent.com/MvGPS1jwbyw5umUWJ0JdNrkmaZzZyE-huo9zjCYc5XkRViL9A6GlB5lTlfCCpUWZI49nljw2RKOjki5DZPEM1vIqNOJ8UGAEctizlYU96EUvRb7n-Avb7gVJX7SH0pCGr0u2t39g

Pelatih tim nasional Indonesia, Shin Tae-yong, memastikan akan dibantu oleh Nova Arianto sebagai asisten pelatih. Arianto menyusul Indra Sjafri yang sebelumnya juga telah setuju membantu pelatih asal Korea Selatan tersebut. Sedangkan untuk kapasitas resmi serta pembagian tugas akan dikonfirmasi setelah Arianto bertemu dengan Shin Tae-yong dan Indra Sjafri pada Kamis, (9/1) esok seperti dilaporkan berbagai situs berita sepakbola Indonesia terbaru.

“Di dalam kontrak, saya akan membantu Shin Tae-yong selama satu tahun dengan opsi perpanjangan. Semoga saya dapat memberikan yang terbaik untuk membantu pelatih Shin Tae-yong memajukan sepak bola Indonesia,” ujar Nova seperti dilansir dari berbagai situs berita bola terupdate.

Pria kelahiran Semarang tersebut sendiri sudah menandatangani kontrak untuk durasi satu tahun. Sebelumnya, ia juga menjabat sebagai asisten pelatih Indonesia U-23 membantu Indra Sjafri.

Rekam jejak kepelatihan Nova sendiri sudah cukup malang melintang sejak ia memulai karirnya di dunia kepelatihan pada 2014 silam. Awalnya ia mengemban jabatan sebagai asisten pelatih di Pelita Bandung Raya. Selanjutnya ia menangani Madiun Putra sebagai pelatih kepala. Semusim saja ia habiskan di Madiun Putra sebelum memegang jabatan yang sama di tim junior Bhayangkara FC. Musim berikutnya ia hijrah ke Lampung Sakti sebelum kembali ke Bhayangkara FC sebagai pelatih kepala U-20 pada 2019 silam.

Ditanya mengenai kerjasama dengan Shin Tae-yong yang berasal dari Korea Selatan, Nova mengungkapkan bahwa dirinya akan belajar bahasa Korea sehingga dapat memudahkan komunikasi dengan sang pelatih. Namun, ia yakin masalah bahasa tidak akan menjadi kendala yang besar.

“Saya akan sedikit-sedikit belajar bahasa Korea untuk membantu komunikasi. Saya berpikir bahasa sepak bola akan banyak membantu,” tambahnya.

Jika Indra Sjafri dan Nova Arianto dipastikan akan mengisi tim kepelatihan Shin Tae-yong, lain halnya dengan Fakhri Husaini. Mantan pemain Petrokimia Putra tersebut sebelumnya menjabat sebagai pelatih timnas Indonesia U-16 sampai tahun 2018, sebelum dipromosikan ke timnas U-19 pada tahun 2019 silam. Saat ini belum dipastikan jika Fakhri akan dipertahankan sebagai pelatih kepala, namun ia mengakui keberatan jika nantinya diminta mengisi posisi sebagai asisten pelatih di timnas U-19.

Shin Tae-yong sendiri memang diberi mandat untuk menukangi timnas Indonesia senior dan U-20, khusus untuk timnas U-20 jabatan tersebut dipercayakan kepada pria berusia 50 tahun tersebut karena Indonesia akan tampil sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 pada 2021 mendatang. Fakhri Husaini yang sudah bertahun-tahun menangani kelompok umur U-16 dan U-19 tentunya menjadi sosok yang berharga bagi staf kepelatihan Shin Tae-yong seandainya ditunjuk.

“Bukannya saya merendahkan Shin Tae-yong. Saya yakin, akan banyak ilmu baru, karena memang dia pelatih asing,” ujar Fakhri kepada media.

“Tetapi, buat apa? Apakah ada jaminan pelatih asing akan sukses? Menurut saya, rasa hormat PSSI kepada pelatih lokal harus dijaga,” tambah Fakhri lagi.

Selain itu, Fakhri merasa andilnya sebagai pelatih timnas U-19 membuatnya keberatan untuk mengorbankan hal-hal lain jika nantinya “hanya” menjadi asisten pelatih.

“Kalau mencari aman, jabatan asisten itu saya ambil. Tapi saya bukan tipe itu, saya tidak akan meninggalkan pekerjaan dan keluarga buat itu. Sedangkan saya sudah meninggalkan keluarga dan pekerjaan, saya ingin ada tantangan tersendiri. Saya dengan teman yang lain yag meloloskan timnas,” tegasnya lagi.

no comments

Leave me comment