Seharusnya Tidak Ada Istilah Pelakor

9 Arti Mimpi Melihat Pasangan Selingkuh

Beberapa waktu lalu viral istilah pelakor. Sebuah istilah yang mendiskreditkan perempuan karena berselingkuh dengan seorang suami orang lain. Cerita perselingkuhan tersebut tentunya membuat banyak orang gemas sekaligus miris. Dimana adegan yang seharusnya tidak dipertontonkan seperti itu menjadi buah bibir semua orang.

Apalagi seorang wanita yang seharusnya diperlakukan dengan hormat, malah dihujat sehabis-habisnya karena dianggap menggoda suami orang. Padahal jika melihat dari kacamata feminis, tidaklah mungkin wanita menjadi pelaku atau aktor dari tindakan perselingkuhan. Seharusnya yang harus dipersalahkan adalah laki-laki, dimana mereka mempunyai kebebasan yang lebih dari pada perempuan.

Pendiskreditan terhadap wanita ini kerap kali terjadi dan membuat banyak wanita yang seharusnya menjadi korban malah dihujat. Bayangkan saja ketika terjadi tindak kekerasan seksual, apakah seorang wanita yang disalahkan? Sedangkan laki-lakilah yang mempunyai kekuatan dan mempunyai kuasa lebih terhadap perempuan.

Seharusnya tidak ada istilah pelakor jika semua orang memahami hal itu. Laki-lakilah yang seharusnya memikul tanggung jawab atas cerita perselingkuhan yang terjadi. Nyatanya di dalam banyak sekali cerita perselingkuhan si laki-laki malah berada pada posisi yang aman. Dan sebaliknya wanita selalu menjadi korban gunjingan, cemoohan, dan semua hujatan yang diberikan kepada para perempuan.

Padahal perempuan adalah makhluk yang selalu melakukan semua hal dengan perasaan. Sedikit saja menyentuh perasaannya akan membuat hati dan pikiran tidak akan tenang. Bahkan bisa berujung pada kondisi tubuh dan kesehatan. Karena itulah seharusnya tidak ada lagi orang yang menghakimi perempuan untuk sebuah cerita perselingkuhan.

Selain itu, cerita perselingkuhan merupakan ranah privat yang tidak ada kaitannya dengan orang lain. Sehingga tidak ada yang perlu dibesar-besarkan dari cerita perselingkuhan yang ada. Terutama pada media sosial yang akan semakin memperkeruh suasana dan memberikan edukasi yang sangat buruk kepada masyarakat.

Selain pemahaman soal feminisme tersebut juga pembelajaran untuk bermedia sosial dengan etika harus diutamakan. Sehingga tidak ada lagi hal-hal yang sepele menjadi sesuatu yang menggerkan, dan menjadi buah bibir banyak orang.

no comments

Leave me comment